Saturday, June 13, 2009
at
12:43 AM
|
Blogger.com memiliki fasilitas untuk memposting isi sebuah blog yang dikirim melalui account email anda, namun yang patut diingat adalah agar tetap menjaga alamat tujuan anda (account login) yang memiliki format login.password@blogger.com
Namun, saya memiliki sebuah pertanyaan, apakah dengan menyimpan account login tersebut dari orang lain, membuat account tersebut aman dari tangan jahil? Bagaimana jika seseorang melakukan scanning/sniffing pada jaringan, dan melihat header/alamat tujuan daripada email tersebut (yang merupakan login dan password untuk memposting kedalam blog), berarti orang tersebut akan dapat menggunakan account tersebut untuk memasukkan berita kedalam blog yang kita miliki.
Sebuah kemudahan ataukah sebuah kelemahan?
Thursday, June 4, 2009
at
1:22 PM
|
Kasus persetruan antara Rumah Sakit OMNI International melawan Prita Mulyasari, mencuat keatas dikarenakan tersebarnya email yang berisikan curhat terhadap pelayanan dari sebuah rumah sakit yang dikatakan "bertaraf internasional".
Namun, email yang berisikan curhat tersebut mengantarkan Prita Mulyasari sang ibu dari 2 orang anak menuju kehotel prodeo. Hal ini dimungkinkan terjadi dikarenakan adanya Undang-undang baru (UU ITE) pasal 27 ayat (3) UU Nomor 11 Tahun 2008.
Dari pemberitaan yang ada, saya merasakan bahwa rumah sakit OMNI International bagaikan seorang anak-anak/remaja yang menyelesaikan segala permasalahan dengan kepalan tangan tanpa mengetahui siapa yang salah dan benar. Jika rumah sakit OMNI International bersifat dewasa, maka ia akan menyikapi email curhat tersebut dengan tangan terbuka sebagai sebuah keritikan/saran yang membangun dan berusaha untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan arif dan bijaksana.
Jika rumah sakit OMNI International merasa dirinya tidak bersalah, seharusnya mereka melakukan konfirmasi dan memberikan pembuktian bahwa memang benar tidak terjadi kesalahan. Namun, jika memang benar telah terjadi kesalahan, seharusnya mereka dapat mengakui kesalahan tersebut, sehingga dapat membangun citra positif terhadap rumah sakit OMNI International sebagai rumah sakit yang bertanggung jawab.
Jika tindakan yang diambil seperti saat ini yaitu menggunakan kekuasaan, maka dapat dikatakan bahwa ada sesuatu hal yang berusaha untuk ditutupi dan menjadi pembuktian bahwa OMNI International tidak suka kritik atau diberi saran.
Oleh karena itu, alangkah baiknya jika permasalahan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan, dan OMNI International sebagai rumah sakit yang bertaraf international harus siap dan berani menerima keritik dan saran, sehingga tidak mengaburkan status International yang disandang. Hal ini dapat membawa Indonesia sebagai salah satu tujuan bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pelayanan medis.
Saturday, May 2, 2009
at
11:09 AM
|
Seorang siswi salah satu sekolah di Gorontalo mengambil foto bugil dirinya dengan menggunakan sebuah hp. Foto tersebut telah tersebar luas dimasyarakat, hal ini menyebabkan Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Gorontalo Lilian Rahman kebakaran jenggot dan memberikan sebuah pernyataan kepada Gorontalo Post. Dari koran online Gorontalo Post tertanggal 25 April 2009.:
“Saya kira pihak sekolah harus segera menindak lanjuti persoalan ini, karena memang sudah sangat menyimpang, saya pun memintakan kepada kepala sekolah asal siswi tersebut segera mengeluarkannya dari sekolah tersebut,”
Inilah ciri-ciri oknum dipemerintahan kita, dimana selalu kebakaran jenggot dan mengambil keputusan yang tidak jelas. Oknum hanya berusaha untuk mempertahankan jabatan mereka.
Jika kita pikirkan:
- Siswi tersebut tidak lulus pendidikan sehingga tidak bisa memiliki pekerjaan (sekarang perusahaan-perusahaan mengutamakan seorang pekerja minimal tamatan SMA) kira-kira pekerjaan apa yang bisa dia lakukan?
- Bagaimana kondisi kejiwaan daripada siswi tersebut saat itu? dimana siswi tersebut baru mengalami goncangan didalam rumah tangga.
Akibat apa yang bisa ditimbulkan:
- Siswi itu mungkin akan lebih mudah terjerumus ke dunia malam, dikarenakan hanya satu-satunya pekerjaan yang ia dapat lakukan.
- Kemungkinan siswi itu melakukan hal-hal negative seperti bunuh diri atau mengalami kegilaan.
Jika hal tersebut terjadi, berarti akankah pihak diknas, sekolah dan orang-orang yang terkait bertanggung jawab akan akibat tersebut?
Seandainya pihak yang terkait bisa berpikir lebih logis, arif dan komunikatif, maka mereka akan menempuh cara berkomunikasi, memberi nasehat, sehingga siswi tersebut akan merasa dihargai dan tidak melanjuti perbuatan mereka.
Semoga, orang-orang kita bisa berpikiran lebih positif dikemudian hari sehingga dapat berpikir secara rasional tanpa mementingkan kedudukan dan jabatan.
Semua pekerjaan menuntut sebuah keahlian yang cukup tinggi dibidangnya masing-masing, sehingga sebuah nilai pendapatan akan diukur dari nilai pekerjaan dan tanggung jawab.
Seperti misalnya, seorang direktur akan memiliki gaji lebih tinggi daripada seorang tukang ketik, gubernur lebih tinggi dari pada staff bawahannya, dst.
Bagaimana dengan seorang tukang sampah? mungkin ini sebuah pekerjaan yang tidak memerlukan sebuah keahlian khusus, tidak perlu seseorang bersekolah tinggi untuk mendapatkan jabatan tersebut.
- Berapa kira-kira gaji mereka?
- Apakah gaji yang didapat sebanding dengan permasalahan yang didapat?
- Bagaimana pandangan masyarakat terhadap diri mereka?
- Penghargaan apa yang pernah diberikan kepada mereka?
Jika kita perhatikan, mereka bekerja dengan limbah-limbah yang cukup berbahaya atau mengandung bakteri yang tidak tampak oleh mata. Suatu saat nanti mereka akan berjuang dengan sebuah penyakit yang tidak akan pernah terobati karena terbentur akan biaya (gaji dan biaya pengobatan yang tidak sebanding), dan berakhir tanpa mengetahui apa penyebabnya.
Perusahaan-perusahaan besarpun tidak mempergunakan mereka sebagai icon, karena dianggap tidak memiliki nilai jual. Jarang terdengar sebuah sumbangan atau bantuan diberikan kepada tukang sampang.
Seandainya didunia ini tidak ada tukang sampah, bagaimana kira-kira hidup kita? seberapa susah masyarakat yang ada terhadap sampah yang mereka buat, kemana mereka harus membuangnya?
Saat ini penipuan-penipuan melalui sms atau kupon undian yang dimasukkan kedalam kemasan semakin merebak kemana-mana. Sangat banyak korban berjatuhan terutama dari kaum menengah kebawah. Pendapatan para penipu tersebut mencapai puluhan juta per korban.
Andai saja kita rata-ratakan perkorban memberikan kontribusi sebesar 10 jt dengan jumlah korban 10 orang/bulan, maka penipu tersebut akan mendapatkan uang sebesar 100 jt (pendapatan kotornya).
Berapa kira-kira biaya yang dibutuhkan bagi para penipu untuk mendapatkan korban? coba kita hitung secara kasar:
- harga sebuah hape yang cukup canggih saat ini sekitar 2jt-4jt x 2 buah (kurang lebih 8 jt)
- biaya pulsa 350/sms dan dikirimkan ke 1000 calon target (350rb)
- biaya lain-lain untuk operasional 2jt
Total biaya yang dikeluarkan oleh penipu tersebut mencapai Rp 10,350,000.
Maka pendapatan bersih dari para penipu tersebut mencapai Rp 89,650,000/bulan. Andaikan korban tersebut memberikan kontributor lebih tinggi dan jumlah korban melebih 10 orang/bulan, mungkin bisa dikatakan bahwa bisnis ini cukup mengguntungkan. Dan sudah saatnya KANTOR PAJAK mengenakan PAJAK kepada para penipu tersebut. Sehingga, pemerintah lebih dapat membiayai polisi untuk meringkus para penipu-penipu tersebut, membangun jalan bagi korban penipuan, membangun lapang pekerjaan bagi korban penipuan sehingga hidup mereka lebih sejahtera.
Jika kita perhatikan, korban-korban dari penipuan tersebut rata-rata orang menengah kebawah, yang tidak mengerti dari kecanggihan sebuah teknologi ataupun kurang mampu untuk menganalisa sebuah iming-iming.
Sehingga, para korban bersedia untuk mengorbankan barang-barang berharga terakhir yang mereka miliki atau melakukan peminjaman uang dari pihak lain, dengan harapan dapat mengembalikan dikemudian hari dengan menjual hadiah yang kira akan mereka dapatkan (walaupun hadiah tersebut sebatas mimpi).
Mengapa penipuan ini masih sering terjadi, dan masih banyak orang yang terkena penipuan tersebut? (coba gunakan search engine, dengan menggunakan keyword yang mengacu pada penipuan undian, maka akan didapat banyak pilihan berita yang akan dibaca)
Mengapa, para penipu dengan bebas melakukan aksinya tanpa takut diketahui? Mungkin kita harus coba untuk menganalisa bagian-perbagian dilain kesempatan.
Saturday, May 12, 2007
at
9:22 AM
|
Saya telah membaca sebagian besar dari buku China Inc. yang diterbitkan oleh Elex Media. Cukup lama waktu yang dibutuhkan untuk membaca buku ini. Keterbatasan waktu untuk membaca buku pada saat ini, dikarenakan kelahiran buah hati saya yang kedua.
Dari hasil membaca sebagian dari isi buku ini, saya merasakan sepertinya negara kita menuju ke awal cerita dari kehidupan di negara yang memiliki milyaran penduduk tersebut. Dimana segala sesuatu akan menjadi sangat sulit, dan menyebabkan kehidupan masyarakat akan sangat sengsara. Didalam buku tersebut diceritakan tentang betapa kecilnya pendapatan dari masyarakat dalam setahun, dibandingkan pendapatan orang Indonesia yang paling kecilpun dalam satu bulan.
Didalam buku tersebut juga menceritakan, betapa besarnya pajak yang harus ditanggung oleh masyarakat yang memiliki pendapatan yang minim, sehingga menambah beban yang harus dipikul oleh masyarakat tersebut.
Dari tekanan ekonomi yang dimiliki pada akhirnya, masyarakat tersebut melakukan segala cara untuk membebaskan dirinya dari beban ekonomi, sampai ada yang mencoba melanggar hukum yang berlaku pada negara tersebut.
Mungkin kita harus membaca dan belajar dari pengalaman dari negara tersebut sehingga negara kita tidak harus mengalami permasalahan yang pernah terjadi didalam negara tersebut.
http://herman13.wordpress.com/2007/04/11/china-inc/
Hari ini disurat kabar dituliskan, bahwa camera pengaman telah dipasangkan di titik-titik rawan yang berfungsi sebagai langkah awal dari pengamanan lingkungan. Namun, camera tersebut hanya sebagai pajangan saja, dengan alasan tidak adanya dana operasional ...
Bagaimana mungkin seseorang merencanakan sesuatu, namun tidak memikirkan hal yang paling penting dari sesuatu yang direncanakan. Secara pemikiran sebagai orang awam, dapat disederhanakan dengan contoh berikut:
seseorang yang tidak bisa menyetir dan tidak memiliki sopir, membeli sebuah mobil mewah, dan setelah mobil tersebut terbeli, baru dia berpikir bahwa dirinya tidak bisa mengemudikan mobil tersebut sehingga mobil tersebut menjadi sebuah pajangan yang mahal untuk menghiasi rumahnya.
Seharusnya orang yang merencanakan untuk pengimplementasian sebuah rencana telah memiliki kapasitas sebagai orang yang memiliki pemikiran yang luas tentang kekurang, kelebihan, dan kebutuhan dari rencana-rencana yang dibuat (jika orang tersebut bekerja secara profisional), dan jika memang orang tersebut memikirkan kepentingan orang banyak daripada kepentingan pribadi.
Semoga dimasa yang akan datang penghamburan dana untuk kepentingan yang tidak perlu dapat ditingkatkan sehingga benar dapat tercapai kesejahteraan masyarakat.
|
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates
|